Lebih Dekat dengan Ibu Eko Kepala SD Pemuda Bangsa

Lebih Dekat dengan Ibu Eko Kepala SD Pemuda Bangsa yang Cita-Citakan Punya Trainer Center Teacher.

Biodata Ibu Eko Kepala SD Pemu

Biodata Ibu Eko Kepala SD Pemu

Pribadi satu ini merupakan salah satu orang yang tidak lepas dari kebangkitan sekolah swasta di Kota Depok. Ia merupakan pioneer dari keberadaan SD Pemuda Bangsa, dan juga motor penggerak TK dan SD Pemuda Bangsa. Pribadi yang selalu tampil sederhana itu adalah TH. Ekaningsasi Pudjiastuti, S.Pd, mempunyai tujuh anak dan dikenal pekerja keras. Hal itu terlihat dari segudang prestasi yang diraihnya. Semua itu dimulai dengan niat baik dan tekad kuat untuk berbakti bagi nusa dan bangsa dalam dunia pendidikan. Seperti apa sosoknya? Berikut secuplik hasil wawancara Wartawan Radar Depok, Muhammad Agung HR dengan TH. Ekaningsasi Pudjiastuti.

Ibu Eko Kepala SD Pemuda Bangsa

Ibu Eko Kepala SD Pemuda Bangsa

Apa arti pendidikan menurut Anda?
Pendidikan secara umum, mempersiapkan generasi yang akan datang dan mempunyai keterampilan. Artinya sekolah itu untuk belajar, tetapi skill itu untuk masuk dunia kerja. Maka pendidikan itu lebih identik mempersiapkan generasi yang mumpuni bagi bangsa dan negara. Paling utama, melihat bagaimana pendidikan maju atau tidak di suatau daerah itu bergantung kepada managemen pendidikan itu sendiri. Dalam pengelolaan pendidikan itu tidak bisa hanya main-main, slogan atau pun iklan yang besar tetapi kepada lebih aplikasi, terutama pada Sumber Daya Manusia (SDM)nya.
SDM yang dimaksud yaitu kepala sekolah, para guru, staf, termasuk security, karena ini semua satu rangkaian guna mewujudkan lembaga pendidikan yang lebih baik menuju mendidik karakter anak-anak, membiasakan anak-anak hidup bersih, bertaqwa kepada Tuhan, dan mereka harus mempunyai keterampilan guna masa yang akan datang. Seperti di Pemuda Bangsa, kami sudah tanamkan sedini mungkin. Bahwa tidak hanya edukatif saja tetapi juga keterampilan, akhlak mental, maka lebih mengarah kepada minat dan bakat individu peserta didik. Bila anak-anak itu harus belajar secara nyata, alami, harus berbuat, sehingga dia lebih mengarah kepada pengalaman, di sekolah ini mendapatkan apa sih. Nah itu akan terbawa sampai dia nanti dewasa.
Lebih utama adalah para pakar dan praktisi pendidikan, baik di tingkat bawah maupun atas itu semuanya harus peduli. Apa sih visi dan misi Kota Depok, misalnya Layak Anak. Nah layak anak ini sementara ini apa yang harus dilakukan para pakar pendidikan itu. Jangan hanya cuma memberikan pendidikan gratis, memberikan pelayanan, yang sebetulnya pribadi saya tidak setuju dengan adanya sekolah gratis. Harusnya sekolah itu semua lembaga pendidikan bicara, sekolah ini dibiayai pemerintah melalui APBN turun menjadi dana BOS.
Anda cukup berhasil mengelola lembaga pendidikan, masih adakah cita-cita yang belum kesampaian?
Ada tiga impian yang belum terlaksana.

  1. Pertama, membuat tempat pelatihan guru atau sekolah guru. Istilahnya bila kita punya sawah, maka kita juga harus punya pabrik. Bilamana guru ini sudah pensiun sudah ada pengganti. Mungkin namanya Trainer Center Teacher. Inginnya di Kota Depok. Seperti di Bojongsari kan itu punya Kemendikbud, kenapa Depok sendiri tidak punya. Maksudnya adalah itu guru S1 (S.Pd) itu tidak mungkin langsung terjun ke lapangan, jadi harus digodok dulu, menjadi guru yang baik itu seperti apa. Managemen kelasnya seperti apa. Melihat  pedagogiknya seperti apa. Setelah digodok satu tahun baru kita terjunkan. Semua guru di Pemuda Bangsa itu dilatih dulu oleh saya. Guru itu garapannya adalah membina, membimbing, mendampingi, menghantar anak-anak ke masa depan mereka ini butuh kompetensi pedagogik, sosial, managemen kelasnya harus tahu, sampai detail.  Kemudian aktif gak guru ini, jangan hanya cuma di dalam kelas. Itu ada trainingnya tersendiri, dan tidak ada bukunya. Jadi kita memiliki ide-ide dan pengalaman yang sudah 37 tahun bergerak mengamati tentang SDM guru.
  2. Kedua, ingin punya SD Polisi Cilik (Pocil), SMP Polisi Siswa, kemudian SMA ada lagi. Tetapi, tidak mengarah ke polisi, lebih kepada sekolah Bela Negara. Dan ini benar-benar menyiapkan pemimpin bangsa ini. Yaitu, ada PKN nya, akan ada praktek skill keterampilan bagaimana memimpin temannya, bagaimana dia harus disiplin, negara ini butuh sekolah pemimpin.
  3. Ketiga, ingin membuka green house. Artinya menghijaukan sekolah ini dengan mengenalkan anak-anak ke dunia agraris. Saya ingin punya lab green house yang ada di sekolah minimal seribu meter untuk berkebun. Itu saja impian saya. (*)